Ads Top

Jelang Hari Pemilihan 19 April, Elektabilitas Basuki-Djarot Terus Meroket

Elektabilitas pasangan calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat terus meroket jelang pemilihan pada 19 April mendatang.

Elektabilitas Basuki-Djarot konsisten naik dari Desember 2016 di angka 31,7% menjadi 46,9% dalam survei terakhir ini. "Dalam sebulan terakhir dukungan kepada Basuki-Djarot naik 3,1%," ujar peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Deni Irvani, dalam paparan survei bertajuk ­Dinamika Pemilih menuju Pilkada DKI Putaran Kedua di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, elektabilitas ­pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno cenderung melorot. Sejak survei awal Maret lalu, elektabilitas Anies-Sandi mencapai 50,7%, tetapi sekarang menjadi 47,9%. "Elektabilitas Anies-Sandi turun 2,8%," lanjut Deni.

Survei tersebut dilakukan pada 31 Maret-5 April dengan metode ­stratified systematic random sampling. Responden yang dipakai sebesar 446 orang (55,8%) dari target 800 responden dengan cara tatap muka.

Tingkat kepercayaan survei mencapai 95% dengan margin of ­error 4,7%. Dari kenaikan yang dicapai paslon Basuki-Djarot dan penurunan yang dialami Anies-Sandi, elektabilitas keduanya hanya selisih 1%.

Deni mengatakan selisih tersebut membuat hasil survei tidak bisa menentukan siapa pemenangnya sebab margin of error survey sebesar 4,7%. "Selisih 1% ialah selisih yang tidak signifikan, tidak bisa diketahui secara meyakinkan siapa yang unggul, faktanya bisa Basuki-Djarot atau Anies-Sandi," tukasnya. (facebook.com/pagekatakita)

No comments:

Powered by Blogger.