Sempat Tertipu 200juta, Ivan Haz Tetap Upayakan Jalan Damai
![]() |
| Ivan Haz (sumber: youtube.com) |
Sehari setelah ditahan di Polda Metro Jaya, anggota DPR asal PPP Fanny Syafriansyah atau yang akrab dipanggil Ivan Haz, menawarkan perdamaian kepada pembantu rumah tangga berinisial T (20). Sang pembantu mengaku dianiaya oleh Ivan. "Kami sedang menjalankan upaya perdamaian dengan pihak pelapor," kata pengacara Ivan Haz, Tito Hananta Kusuma seperti dilansir Republika.co.id.
Tito mengaku upaya damai ini meniru cara yang dilakukan oleh anggota PDI Perjuangan Masinton Pasaribu yang juga dilaporkan stafnya, Dita Aditia, karena kasus pemukulan.
Menurut Tito, proses perdamaian dengan pihak korban sudah dijajaki melalui pihak ketiga namun terjadi hambatan, sehingga sempat tertunda.
Ivan Haz ditahan penyidik Polda Metro Jaya, Senin (29/2/2016). Putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz ini ditahan setelah diperiksa kurang lebih 10 jam. Ia menjadi tersangka dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, dalam pemeriksaan Ivan mengakui menyiksa pembantu rumah tangganya.
"Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatan terhadap fakta yang kami sampaikan," kata Krishna seperti dilansir Kompas.com.
Kepada penyidik, kata Krishna, Ivan mengaku penganiayaan terjadi dalam rentang waktu Juni hingga September 2015.
Meski Ivan mengakui perbuatannya, namun Tito tetap menduga luka memar yang ada di tubuh T karena ia loncat dari ketinggian 1 meter, dan jatuh. Bukan karena dianiaya oleh Ivan.
Tito bercerita dalam kasus ini Ivan sempat juga tertipu. Penipuan terjadi saat ada orang ingin menyelesaikan kasus yang membelitnya ini. Syaratnya, Ivan diminta bayar Rp200 juta. Jika uang dibayar, laporan akan dicabut. "Jadi ada yang nawarin kasih uang ke korban sebesar Rp 200 juta dengan dua kali pembayaran," ujar Tito seperti ditulis Jawa Pos.
Ternyata meski uang sudah dibayar, Ivan tetap dipanggil penyidik. "Saat dipanggil penyidik, laporannya belum dicabut. Kami kaget dong," sambungnya.
Tito menjelaskan, orang yang menipu itu adalah konstituen Ivan dari daerah pemilihan Jawa Timur. (sumber: beritagar.id)

No comments: