Ads Top

Kunjungan Kerja Rombongan DPR Ke AS Habiskan 4,6 Miliar

Setya Novanto dan Fadli Zon hadiri pidato kampanye bakal calon presiden AS, Donald Trump. (news.liputan6.com)
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyebutkan, kunjungan kerja Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon beserta rombongan ke Amerika Serikat (AS) menghabiskan anggaran paling sedikit sekitar Rp 4,6 miliar.

Menurut Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yenny Sucipto, FITRA telah mencoba membut kajian riil terkait perjalanan dinas ke AS berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan 53/PMK.02/2014 mengenai Standar Tentang Biaya Masukan 2015 (termasuk biaya tiket, uang saku, dan hotel perjalanan Dinas).

Penelusuran Fitra ini berdasarkan standar dolar AS dengan perincian sebagai berikut:

- Biaya pesawat ke AS US$ 14.428 untuk sekali perjalanan.
- Uang harian US$ 527 per anggota DPR, dan
- Uang hotel  US$ 1.312,02 per malam.

Maka jumlah anggaran untuk 9 orang yang berangkat ke AS selama 12 hari adalah Rp 4.631.428.800 (Rp 4,6 miliar) dengan asumsi paket hemat sesuai aturan PMK.

"Kami menduga, anggarannya lebih besar, bisa mencapai Rp 10 miliar lebih dengan asumsi berbagai tunjangan," jelas Yenny.

Yenny menilai, anggaran perjalanan dinas DPR ke AS tidak transparan dan berpotensi ada kemahalan harga (mark up) karena sistem lumsum. Hal ini, katanya, memboroskan anggaran, apalagi saat dolar naik.

"Agenda kunjungan ke AS juga tidak jelas, bahkan foto-foto dengan politikus AS justru membuat rakyat Indonesia malu. Ini bentuk pemborosan keuangan negara," tegasnya.

"Sepulang dari AS, Fitra akan menagih akuntabilitas biaya perjalanan dinas ini," tambah Yenny.

Dalam catatan FITRA tahun 2015 anggaran perjalanan dinas DPR cukup tinggi yakni :

1. Anggaran Perjalanan Dinas Pelaksanaan Fungsi Legislasi Rp 123.887.811.000

2. Anggaran Perjalanan Dinas Pelaksanaan Fungsi Anggaran Rp 16.457.442.000

3. Anggaran Perjalanan Dinas Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Rp 139.955.867.000.

"Perilaku ketua DPR dan rombongan tidak pantas, seolah-olah Indonesia adalah negara kecil yang bisa dibuat lelucon oleh Amerika," ujar Yenny Sucipto, Jumat (4/9). (sumber: beritasatu.com)

No comments:

Powered by Blogger.