Ads Top

Demo ke KPK, Bentuk Ketidakmampuan Nyata Dalam Upaya Menjegal Ahok


Sepertinya lawan Ahok sudah pada putus asa dan kalap. Lihat saja FPI karena tidak berhasil memaksa Tuhan kini mereka memaksa KPK dengan mendemo kantor KPK agar menangkap Ahok.

Kekalapan terjadi ditengarai dengan ditangkapnya M Sanusi ketua Fraksi dan Ketua Komisi DPRD DKI dari  partai Gerindra. Kenapa mereka kalap? Bisa jadi Sanusi ada hubungan dengan FPI terkait

Kekalapan yang menandakan takut kalah dalam pertarungan melawan Ahok di pilgub DKI semakin kelihatan dengan kejadian yang membuktikan bahwa Ahok benar-benar bersih dari korupsi yang mereka tuduhan seperti kasus Transjakarta yang sudah menetapkan Udar dan kasus Podomoro yang telah menangkap Sanusi dan kasus sumber waras yang bukan kasus  tapi dibuat-buat sebagai kasus untuk menjatuhkan Ahok.

Kekalapan ini perlu diantisipasi pihak keamanan seperti Polri dan TNI. Apalagi seorang provokator bernama Sribintang Pamungkas yang mengancam-ancam akan ada kerusuhan Mei terulang kembali.

Bentuk kekalapan lainnya adalah beredarnya surat terbuka dari orang yang mengaku Drs Eryanto Wibowo yang isinya akan membunuh Ahok.

Memang harus hati-hati menghadapi orang-orang kalap ini. Orang kalap akan takut dan mewek-mewek jika sudah ditangkap aparat. Jadi saya sarankan kepada Ahok agar santai saja menghadapi orang kalap.

Tunggu saja aparat yang akan menindak mereka jika memang berani melakukan tindakan anarkis dan pidana maka TNI dan Polri taka akan ada lagi mentolelir hal-hal yang mengganggu keamanan dan sabilitas pemerintahannya di DKI khususnya dan keamanan negara karena DKI adalah ibukota negara Indonesia.

Tapi saya menduga kekalapan dalam bentuk demo dan koar-koar di medsos dengan ancaman pembunuhan dan kerusuhan mei ini hanya sebagai bentuk ketidakmamouan mereka secara nyata dalam upaya menjegal dan menggagalkan Ahok untuk memenangi Pilkada DKI 2017 nanti.

Salam Jakarta Ba-Ru. (kabarkanlah.com)

No comments:

Powered by Blogger.