Ads Top

Tantangan Terbuka dari Aktivis Anti Radikalisme Kepada Politikus PKS


Menanggapi komentar anggota Komisi III DPR dan politikus PKS Nasir Djamil yang menyayangkan ditembak matinya pelaku penusukan terhadap dua anggota brimob di Masjid Falatehan, depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan baru-baru ini, seorang aktivis anti radikalisme bernama Yusuf Muhammad memberikan tantangan terbuka kepada politikus PKS. Apa isinya? Silakan simak berikut ini;

Saya ingin tantang secara terbuka, bagi siapapun politisi PKS. Adakah yang berani bersuara keras mengecam segala bentuk aksi terorisme? jelaskan secara tegas juga ke publik bahwa kalian bukanlah bagian dari "antek teroris".

Sangat tidak lucu jika ada seorang anggota polisi yang sedang sholat di Masjid, eh tiba-tiba ia ditikam dengan pisau oleh oknum penganut paham radikal yang juga sedang sholat di sebelahnya.

Makin tidak lucu lagi ketika ada oknum politisi asal PKS dari Komisi III DPR yang justru terkesan menyalahkan polisi, karena telah menembak mati pelaku penikaman saat sholat di Masjid Falatehan No.10 Kebayoran Baru Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

Terkait terbunuh atau tidak, teroris jelas tak pantas dibela. Apa yang dilakukan pihak kepolisian tentu sudah berdasarkan SOP. Tidak semua pelaku teror sebelumnya ditembak mati, ada juga yang hidup. Jadi, tak perlu menyudutkan polisi akibat matinya pelaku teror tersebut.

Saya tegas ingin ingatkan, siapapun kalian yang masih bernafsu ingin membela teroris maka bersiap-siaplah untuk enyah dari bumi Indonesia.

Tidak ada ruang bagi sel-sel teroris untuk yang tumbuh di Indonesia. Kalaupun ada maka sel-sel itu wajib matikan. Hal itu sebelumnya juga telah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo, " tidak ada ruang sekecil apa pun di negara kita Indonesia ini untuk geraknya terorisme,"

Dan satu hal yang ingin saya tanyakan pada politisi dan antek-antek PKS;
Mengapa ketika banyak korban dibunuh secara kejam oleh kelompok teroris kalian tidak pernah bertanya, "Mengapa teroris itu tega membunuh orang secara membabi buta?"

Melihat seringnya statemen konyol dari politisi PKS dan simpatisannya, saya jadi curiga, jangan-jangan ada oknum antek teroris yang sembunyi di PKS?

Jika iya, maka sangat berbahaya, karena mereka bisa saja menguasai lembaga DPR dan menghambat pemberantasan terorisme melalui "back up" pada landasan hukum yang lemah terhadap pemberantasan terorisme itu sendiri.

Dan mungkin inilah sebabnya mengapa UU terkait terorisme hingga kini enggan dirampungkan oleh wakil di DPR RI?



Penulis: Yusuf Muhammad
Sumber: FB 

No comments:

Powered by Blogger.